Home » Artikel Islami » Motivasi Islami » Saat Yang Sempurna Itu …
Advertisement
Donasi Buku Panduan Bulan Ramadhan

 Saat Yang Sempurna Itu ...Kadang kita sering banget menunda-nunda sesuatu yg harusnya bisa kita kerjakan hari ini. May be alasan kita adalah nunggu waktu yang sempurna biar bisa ngerjainnya dengan sempurna. Tapi jangankan sempurna, kadang akhirnya hasil jadinya aja belom juga jadi. Kalo udah gitu, satu- satunya yang sempurna tinggal harapan en penyesalan kita aja.

Saat kamu muda, kamu boleh aja bermimpi, karena masih akan banyak waktu InsyaAllah untuk merealisasikannya. Tapi sadar ato nggak, banyak dari kita yang justru ngehancurin impian itu, bahkan saat kita belum sempat merealisasikannya. Cilakanya lagih, kita melakukan itu dengan cara yang “sempurna”, yaitu lewat pilihan waktu yang kita kira adalah sempurna.

Yups, pilihan waktu yang terlalu kita pilih untuk menjadi saat yang sempurna buat ngerjain sesuatu itu, lebih banyak berarti sebagai penundaan. Ternyata tugas kemarin yang kita impikan bakal selesai hari ini, disaat yang sempurna ini, ternyata belum juga selesai. Alhasil, si tugas itupun semakin terlihat tidak sempurna karena ternyata juga jauh dari deadline yang seharusnya.

Advertisement
Pasang Iklan Di Sini

Emang yang namanya suntuk atau bahan baku yang menyebabkan penundaan melakukan sesuatu, biasa datang tanpa di undang. Dan biasanya kalo udah gitu, seterusnya adalah jadi males ngerjain sesuatu. Tapi tahukan kamu, menunda nyelesaikan apapun adalah seperti nyimpan makanan yang nggak buru- buru dimakan. Jadi kalo nggak basi atau kadaluarsa, ya perut tetep aja bakalan laper.

Coba deh kamu hilangkan sebentar tentang konsep waktu yang sempurna, yang merupakan kamuflase dari sebuah bahasa menunda mu itu. Bukankah sebenarnya yang ada hanya waktu yang terbaik, yaitu waktu yang langsung dikerjakan setiap kamu punya tugas atau mimpi?

Teman, dah banyak diluar sana orang- orang yang udah mulai menua yang ternyata juga udah banyak banget kehilangan kesempatan dan waktu berharga mereka buat ngelakuin sesuatu. Mungkin dari mereka juga ada yang dah bertahun-tahun menunggu waktu lain buat merealisasikan mimpi mereka tapi ternyata nggak pernah kejadian karena saking terlalu milih waktu yang sempurna. Mungkin kalo waktu bisa di putar, mereka bakalan bilang “Sekarang adalah waktu yang paling tepat. Karena sekarang bisa dikerjakan dan saat yang sempurna dan tepat tidak pernah ada. Karena yang ada hanya adalah saat yang sempurna setelah semua terselesaikan.”

(NayMa/Voa-Islam.com)

Download This Article in PDF File with


If You Like "Saat Yang Sempurna Itu …", Share This to Your Friends

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
lintasberita
Print Friendly and PDF

Related Post for Saat Yang Sempurna Itu …


  • Sahkah Nikah Sirri


    Sahkah Nikah Sirri
    Sahkah Nikah SirriReviewed by Admin on May 6Rating: 4.5Nikah sirri dalam fiqih kontemporer lebih dikenal dengan istilah nikah ‘urfi (zawaj ‘urfi). Nikah ‘urfi adalah suatu pernikahan yang memenuhi syarat-syarat pernikahan tetapi tidak dicatat secara resmi oleh pegawai pemerintah yang menangani pernikahan (baca: KUA). Dari sini, dapat kita pahami bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan yang menonjol

  • Larangan Berdebat dalam Masalah Agama


    Larangan Berdebat dalam Masalah Agama
    Larangan Berdebat dalam Masalah AgamaReviewed by Admin on May 5Rating: 4.5Ahlus Sunnah wal Jama’ah Melarang Perdebatan dan Permusuhan Dalam Agama. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang dari hal tersebut. Dalam Ash-Shohihain dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda : اِقْرَأُوْا الْقُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ عَلَيْهِ قُلُوْبُكُمْ فَإِذَا اخْتَلَفْتُمْ فَقُوْمُوْا عَنْهُ “Bacalah Al-Qur`an selama hati-hati kalian

  • Apakah Kau Mengerti Apa Arti Menyayangi Suamimu?


    Apakah Kau Mengerti Apa Arti Menyayangi Suamimu?
    Apakah Kau Mengerti Apa Arti Menyayangi Suamimu?Reviewed by Admin on May 5Rating: 4.5Apakah kau mengerti apa arti menyayangi suamimu ? Ialah ketika … Kau hadirkan dirimu untuknya dalam sesulit apapun keadaan beliau bagimu. Kau dapat dipercayanya, kau menjadi penasehat terdekatnya, dan menjadi tempat beliau membuang uneg- uneg, sehingga di depan orang lain, beliau menjadi orang


blog comments powered by Disqus

YGenNet in Facebook

YGenNet in Twitter