Home » Artikel Islami » Analisa » Tafsir Qur’an dicekal, lama-lama ayat Al Qur’an pun disensor!
Advertisement
Donasi Buku Panduan Bulan Ramadhan

buku sayyit quthb Tafsir Quran dicekal, lama lama ayat Al Quran pun disensor!JAKARTA (Arrahmah.com) – Menanggapi keputusan terkait ditariknya buku-buku Sayyid Quthb dari peredaran, Direktur Penerbit Rabbani Press Ustadz Aunur Rafiq, yang merupakan penerjemah Tafsir Fi Zhilalil Qur’an karya Sayyid Quthb, mengatakan penarikan buku Quthb jelas sangat merugikan Islam.

“Saya yang sudah pernah menerjemahkan tafsirnya, tidak menemukan adanya penyimpangan, atau ideologi kekerasan seperti yang dituduhkan itu. Sayyid Quthb hanya ingin menyadarkan umat Islam dengan cara menghentakkan sebagai shock terapi. Disinilah banyak orang salah paham tentang pemikiran Sayyid Quthb,” kata Aunur Rafiq.

Aunur Rafiq menegaskan tuduhan bahwa Sayyid Quthb mengembangkan takfi dan terorisme, serta memberi inspirasi bagi gerakan islam yang radikal, adalah tuduhan yang tidak berdasar. Tuduhan itu tidak ada sama sekali. Mereka yang mengadili tokoh besar seperti Sayyid Quthb, ternyata banyak yang belum membaca karya-karyanya. Mereka, bahkan, tidak menemukan nash atau teks yang dituduhkannya itu. Hanya katanya saja.

Advertisement
Pasang Iklan Di Sini

“Pelarangan di Negara-negara tertentu, hanya bersifat subjektif saja dan lebih kepada faktor ketersinggungan rezim yang berkuasa. Kalau mau dinilai, sebaiknya dibedah secara objektif dan rinci. Perlu diketahui, yang didobrak Sayyid Quthb adalah pemerintahan atau penguasa muslim yang zalim. Tapi tidak pada taraf menghasut dan menggulingkan. Sepenuhnya merujuk pada nash-nash Al Qur’anul Karim. Itulah sebabnya, menlai Sayyid Quthb harus diiringi dengan membac karya-karyanya secara utuh,” jelas Aunur Rafiq.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Tanjungbalai Karimun melakukan sidak ke sejumlah toko buku,di Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, terkait peredaran sembilan judul buku Islam yang dianggapnya terlarang, diantaranya buku berjudul Tafsir Fi Zhilalil Quran Jilid 2 (karangan Sayyid Qutbh, Diterjemahkan oleh As’ad Yasin-Muahotob Hamzah, Terbitan Gema Insani Depok-Jakarta 2001).

Kajari menganggap buku tersebut menanamkan dan menyuburkan ideologi ‘terorisme’ di negeri ini.

Sayyid Quthb bukanlah satu-satunya tokoh yang dicekal di Mesir, bahkan pemerintah Tunisia pun mencekal semua karya Syaikh Yusuf Qaradhawi, tepatnya sejak tahun 1996. Termasuk buku-buku Hasan al-Banna, Said Ramadhan al-Buti dan beberapa tokoh lainnya. Bahkan, kabarnya di Tunisia, buku-buku Qaradhawi susah dicari. Anehnya buku-buku keislaman kontemporer kekiri-kirian malah beredar luas.

Seolah membebek, Indonesia ikut-ikutan mencekal karya Quthb, terkhusus jilid 2. Padahal ayat-ayat Al Quran, dan keberadaan sebuah tafsir sangat dibutuhkan untuk memahamkan ummat Islam. Bisa jadi kedepannya, pemerintah mengeluarkan instruksi ‘menyensor’ ayat-ayat AlQur’an yang dianggap menyebatkan ‘pemahaman terorisme’ seperti ayat-ayat yang terkait dengan jihad karena saking parno-nya dengan istilah jihad.

Kalau sudah demikian, sesungguhnya bukan gerakan jihad ‘yang dijadikan target’ dalam proyek deradikalisasi, tetapi ajaran Islam itu sendiri yang berusaha dimutilasi. Wallohua’lam. (voaI/arrahmah.com)

Download This Article in PDF File with


If You Like "Tafsir Qur’an dicekal, lama-lama ayat Al Qur’an pun disensor!", Share This to Your Friends

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
lintasberita
Print Friendly and PDF

Related Post for Tafsir Qur’an dicekal, lama-lama ayat Al Qur’an pun disensor!


  • Sarang Baru Aktivitas JIL: Dari Utan Kayu ke Komunitas Salihara


    Sarang Baru Aktivitas JIL: Dari Utan Kayu ke Komunitas Salihara
    Sarang Baru Aktivitas JIL: Dari Utan Kayu ke Komunitas SaliharaReviewed by Admin on May 5Rating: 4.5Nongkrong di komunitas liberal ”Salihara” ibarat duduk di atas bara. Setiap kali menyimak obrolan anak-anak muda di komunitas itu, bisa membuat gendang telinga ini mendidih. Pembicaraan mereka adalah seputar penolakan terhadap syari’at, menggunjing gerakan Islam anti-liberal, hingga meledek penegak amar

  • Penganut Syiah Husein bin Hamid Al Attas Ditantang Mubahalah!


    Penganut Syiah Husein bin Hamid Al Attas Ditantang Mubahalah!
    Penganut Syiah Husein bin Hamid Al Attas Ditantang Mubahalah!Reviewed by Admin on May 5Rating: 4.5Akhir- akhir ini keberadaan aliran sesat semakin merisaukan umat islam di indonesia. Diantara aliran sesat tersebut ada yang berani terang terangan seperti Ahmadiyah, JIL atau yang masih taqiyyahseperti Syiah. Diantara penyebar fikroh Syiah, tetapi ia enggan disebut dirinya penganut Syiah adalah

  • Buku Berkedok Pendidikan Karakter: Dari Syiah, Inklusif, hingga Gender


    Buku Berkedok Pendidikan Karakter: Dari Syiah, Inklusif, hingga Gender
    Buku Berkedok Pendidikan Karakter: Dari Syiah, Inklusif, hingga GenderReviewed by Admin on May 3Rating: 4.5Masih membedah buku Materi Pangayaan Pendidikan Karakter untuk Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) Tingkat SMA yang diterbitkan oleh Maarif Institute. Pada Bab 3 tentang Hak Menjalankan Praktik Keagamaan, memuat peristiwa yang disadur dari pemberitaan di media massa, terkait soal kekerasan


blog comments powered by Disqus

YGenNet in Facebook

YGenNet in Twitter