Home » Artikel Islami » Tak Perlu Malu Mengaku Tak Tahu
Advertisement
Donasi Buku Panduan Bulan Ramadhan

ADA kecenderungan pada diri manusia untuk ingin menjadi sosok paling tahu. Tahu tentang banyak hal, baik menyangkut ilmu dunia maupun akhirat. Bahkan hal-hal tak penting pun, ada semacam ego untuk ingin menjadi orang pertama yang tahu. Dengan mengetahui sesuatu lebih dulu, manusia merasa dirinya menjadi orang penting. Semua orang akan datang dan merujuk kata-katanya.

Ego manusia seperti ini, nama kerennya adalah ghorizah baqo. Naluri untuk mempertahankan diri dan gengsi apabila ada hal- hal yang tak diketahuinya. Jadilah orang-orang seperti ini menjadi sosok yang sok tahu apabila ia tidak tahu tapi dituntut untuk tahu. Ia akan uring-uringan apabila ada hal yang terlewat sehingga membuatnya tidak tahu. Padahal tidak tahu adalah sebuah kewajaran dalam kehidupan agar manusia tahu kelemahan dirinya bahwa tidak semua hal di dunia ini diketahuinya.

Dari titik inilah, manusia seharusnya merenung bahwa ternyata sangat banyak hal di dunia ini yang masih tidak diketahuinya. Sehingga tak pantas bagi manusia untuk bersikap sok-sokan menjadi orang yang sok tahu. Jujurlah mengatakan tidak tahu bila memang ada hal yang tak diketahuinya. Tak perlu malu, tak perlu takut dan tak perlu gengsi.

Advertisement
Pasang Iklan Di Sini

Ada kalanya kita lebih baik tidak tahu apabila ketahuan itu hanya akan membawa kita pada sesuatu yang berakibat dosa. Ghibah misalnya. Biarlah kita tidak tahu apa aib apa yang menimpa tetangga daripada tahu tapi kemudian kita menjadi pihak yang ikut menyebarkannya.

Namun ada kalanya ketidaktahuan itu melecut diri untuk semakin rajin menuntut ilmu. Karena sungguh, Allah mencintai orang yang berilmu pengetahuan dan mengangkatnya beberapa derajat daripada orang yang tidak berilmu. Ketidaktahuan ini adalah bekal untuk untuk menyadarkan diri bahwa ternyata sehebat apapun manusia, ternyata ada sisi-sisi ilmu dan kehidupan yang tak diketahuinya. Apabila hal ini disadari dengan sepenuh hati maka akan jauhlah diri dari sifat sombong, merasa benar sendiri, takabur dan riya’ atau pamer.

Bersabarlah menjadi orang yang tidak tahu, karena itu berarti terbuka lahan untuk mencari ilmu. Tak perlu menyalahkan orang lain, tak guna menyesali diri mengapa sampai tidak tahu dan tak membawa manfaat pula ketika hati gundah hanya karena ketidaktahuan ini. Dari sini terbuka ladang pahala untuk menata hati apakah langkah menuntut ilmu itu lillahi Ta’ala karena Allah semata ataukah ada niat lain demi eksistensi saja?

Hanya Allah dan yang bersangkutan saja yang tahu kondisi niat dalam hati. Karena itu sungguh merugi mereka yang amalnya banyak namun seperti debu ditiup angin alias sia-sia ketika ada niat lain yang mengotori. Karena itu luruskan niat dalam memberantas ketidaktahuan ini menjadi tahu yang mencerahkan umat karena niat yang lurus dan ikhlas demi Allah semata. Semoga kita berada di barisan orang-orang seperti ini, insya Allah. Barisan orang yang tak malu mengaku tak tahu tapi kemudian rajin menimba ilmu demi mengharap ridho-Nya saja, bukan karena ingin dipandang manusia. Wallahu a’lam. [Ria Fariana/voa-islam.com]

Download This Article in PDF File with


If You Like "Tak Perlu Malu Mengaku Tak Tahu", Share This to Your Friends

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
lintasberita
Print Friendly and PDF

Related Post for Tak Perlu Malu Mengaku Tak Tahu


  • TAHLILAN menurut Walisanga , Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Gunung Jati dan Sunan Giri


    TAHLILAN menurut Walisanga , Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Gunung Jati dan Sunan Giri
    TAHLILAN menurut Walisanga , Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Gunung Jati dan Sunan GiriReviewed by Admin on May 4Rating: 4.5Penjelasan Dari  WaliSongo Tentang Bid’ahnya Tahlilan Segala puji bagi Allah, sholawat serta salam kita haturkan kepada Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabat-sahabatnya. Do’a dan shodaqoh untuk sesama muslim yang telah meninggal menjadi ladang amal

  • Adzab Mengerikan Bagi Orang Yang Melecehkan Ajaran Nabi


    Adzab Mengerikan Bagi Orang Yang Melecehkan Ajaran Nabi
    Adzab Mengerikan Bagi Orang Yang Melecehkan Ajaran NabiReviewed by Admin on May 3Rating: 4.5Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Berikut adalah penjelasan tentang pentingnya mengagungkan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan beberapa kisah yang menunjukkan siksaan mengerikan bagi orang yang menghina dan melecehkan

  • Bantahan terhadap Buku Meniti Kesempurnaan Iman Karya Habib Munzir Al-Musawa (2)


    Bantahan terhadap Buku Meniti Kesempurnaan Iman Karya Habib Munzir Al-Musawa (2)
    Bantahan terhadap Buku Meniti Kesempurnaan Iman Karya Habib Munzir Al-Musawa (2)Reviewed by Admin on May 2Rating: 4.5 Benarkah Rasul Tidak Mengkhawatirkan Kesyirikan terhadap Seluruh Umatnya?   Pendahuluan Sebagian saudara kita ada yang berpendapat: “Nabi tidaklah mengkhawatirkan kesyirikan bagi kaum muslimin”. Konsekuensi dari ucapan ini adalah: “untuk apa terlalu dalam mengkaji permasalahan tauhid, toh yang paling dikhawatirkan


blog comments powered by Disqus

YGenNet in Facebook

YGenNet in Twitter