Home » Artikel Islami » Analisa » Gejala Kesurupan JIL dan Terapinya
Advertisement
Donasi Buku Panduan Bulan Ramadhan

jil Gejala Kesurupan JIL dan TerapinyaSejak berdirinya JIL, proses liberalisasi terhadap nila-nilai dan ajaran Islam di Indonesia kian mengkhawatirkan. Tak hanya para tokoh dan pentolan JIL yang berbicara sumbang tentang Islam. Kini, orang-orang yang terasuki pemikiran JIL mulai melangkahi senior mereka dalam kesesatan.

Sungguh berbahaya ‘virus’ liberal ini. Orang yang kerasukan olehnya akan berbicara tak karuan, meskipun dalam keadaan sadar. Pemuda-pemuda kemarin sore yang belum lulus S1, berani merendahkan kemampuan agama para sahabat yang berguru langsung kepada Nabi selama bertahun-tahun.

Ada lagi yang melecehkan Nabi, menghujat hadits, mengkritik Al quran dan sampai pada penghinaan kepada Allah Ta’ala. Ucapannya lebih ngawur daripada orang yang kesurupan setan. Seperti kasus ‘dzikir’ “anjinghu akbar” di UIN Bandung beberapa waktu yang lalu.

Advertisement
Pasang Iklan Di Sini

Keluwesan syariat Islam dan adanya kemudahan dalam menjalankan ajarannya, telah membuat sebagian orang kblinger dalam mengaplikasikannya. Mereka kebablasan dalam menginterpretasikan kehendak dan ke-Maha Pemurah-an Ilahi. Bahkan terkadang mereka membuat bingung umat Islam, sebenarnya apa yang mereka maksud dan maui dengan pendapat-pendapatnya yang sering nyeleneh. Orang-orang yang menyibukkan diri dalam ‘paham’ memudah-mudahkan ajaran Islam, biasa disebut dengan “Islam “liberal”.

Memang, sebutan Islam liberal berkonotasi adanya pendikotomian dalam agama Islam. Sehingga tidak jarang kita mendengar adanya Islam radikal, Islam moderat, Islam kanan, Islam kiri, Islam politik, Islam budaya, dan lain-lain. Semua itu adalah istilah-istilah yang sengaja disosialisasikan oleh musuh-musuh Islam untuk mengotori kesucian agama Islam. Islam hanya satu, yaitu Islam yang dibawa oleh Rasulullah SAW, yang bersumber kepada Al Quran dan sunnah beliau.

TERAPI KERASUKAN JIL

A.Gejala Kerasukan

Gejala ini perlu untuk kita ketahui. Siapa tahu di antara kita ada yang menolak pemikiran global aliran Jil, tetapi mengidap sebagian penyakit yang di akibatkan oelh virus yang mereka sebar. Atau setidaknya kita bias mendeteksi para pembicara dan penulis, pengikut JIL ataukah bukan.

Secara umum, jika ada yang menyepakati sebagian dari pemikiran JIL yang telah dijabarkan di atas, maka dia telah terjangkiti pengaruh JIL.

Secara ringkas, di antara gejala yang tampak pada orang yang kerasukan JIL adalah mendahulukan akal daripada dalil syar’i. Inilah gejala yang paling kentara. Seringkali dalil Al Quran dan Al Hadits ditolak dengan dalil akal. Mereka tinggalkantafsir para ulama salaf dan condong kepada tafsir HERMEUTIKA (tafsir ‘semau gue’ yang di adopsi dari para filosof Yunani yang kafir). Sesuatu yang telah baku dan qoth’I dalam Al Quran pun kerap kali mereka tolak dengan dalih ‘kontekstual’.

Mereka juga menjadi penganut yang paling berani dalam mengkritik Al Quran dan As Sunnah yang shohih, juga berlaku sinis terhadap para ulama salaf. Mereka tidak mengenal definisi bid’ah, syirik atau murtad.

Isu pluralisme, bahwa semua agama sama menjadi titik tekan. Maka mereka adalah kaum yang yang paling kebablasan dalam hal ‘TOLERANSI’.

Jika ada yang tertarik dengan pemikiran seperti yang telah disebutkan diatas, berarti dia tengah mengidap gejala ‘kerasukan’ JIL. Maka hendaklah segera dicarikan penawarnya.

B.Tindakan Prefentif

Meski demikian kentara kesesatan mereka, tidak sedikit yang terpengaruh dan silau dengan apa yang mereka miliki. Untuk itu, sebagaimana penyakit badan, pencegahan lebih baik daripada mengobati. Maka perlu upaya pencegahan terhadap penyakit kronis yang bisa meracuni iman manusia ini.

Pertama, mengenali ciri dan karakter aliran Islam liberal, tokoh-tokoh maupun produk yang telah mereka hasilkan. Tentang ciri dan sebagian nama tokoh-tokoh JIL telah dibahas sebelumnya. Tokoh-tokohnya http://myquran.org/forum/index.php/topic,29959.0.html mengenai produk, banyak karya yang dihasilkan oleh penganut JIL dan kroni-kroninya yang sama-sama beraliran Islam liberal, yang paling menonjol di antaranya:

1.Pondok Pesantren Paramadina Jakarta
2.Penerbit : Parmadina Jakarta, LKIS Yogya dan yang lain
3.Majalah : Syir’ah
4.Website: www. Islamlib.com
5.Siaran Radio: Radio 68H, dll

Kedua, memahami letak kesesatan dan penyimpangan Islam liberal dan membandingkannya dengan lurusnya pemahaman para ulama salaf. Pemahaman ini akan memagari kita dari rasa simpati dan takjub terhadap pemikiran mereka

Ketiga, lebih jauh mengenal kelebihan para sahabat, tabi’in maupun empat madzhab juga menjadi senjata yang ampuh untuk membentengi diri dari rasa takjub terhadap tokoh-tokoh JIL. Akan kita dapatkan perbedaan yang jauh antara keutamaan murid-murid Nabi SAW disbanding ulama JIL yang berguru kepada kafir barat.

Keempat, tidak mendengarkan ocehan dan tulisan-tulisan orang yang diindikasikan sebagai penganut JIL adalah pencegahan yang jitu. Kecuali bagi yang memiliki kapabilitas ilmu syar’I yang cukup, akidah yang kuat dan hendak menunjukkan kesesatan mereka kepada umat.

“Sesungguhnya di antara penjelasan itu ada sihirnya” (HR. Bukhari). Berapa banyak orang yang tadinya netral, lalu membaca tulisan seorang doctor penganut Jil, dengan sistematika yang tampak ilmiah dan masuk akal hingga ia tersihir dan tertarik dengan pemikiran Jil.

C.Terapi Kerasukan.

Jika anda merasakan adanya gejala ‘kerasukan JIL’ pada orang-orang yang ada di dekat anda, maka segeralah anda menepis sihir JIL dengan penejelasan berikut:

Pertama,mengingat bahwa orang-orang Jil itu belajar Islam kepada para musuh-musuh Islam, dan para orientalis barat. Maka mungkinkah kebenaran berada di pihak mereka?? Daripada ulama yang belajar pada ulama yang bersambung hingga Rasulullah??

Kedua, hendaknya memperhatikan kondisi mereka dalam beribadah. Semakin tinggi tingkat liberalnya, semakin berani meninggalkan ibadah yang wajib, seperti sholat, sahum dll. Apalagi dalam hal sunnah, mereka adalah kelompok yang ‘bersih’ dari sunnah Nabi. Ibadah orang muslim yang sangat awam, jauh lebih baik daripada mereka.

Ketiga, keberpihakan mereka kepada orang-orang kafir melebihi keberpihakan orang kafir atas agama mereka sendiri. Apalagi bila dibandingkan dengan keberpihakan mereka terhadap Islam, amat jauh.

Keempat, andai saja mereka meyakini kebenaran pemikiran mereka, tentu akan konsisten dengan ajarannya sendiri. Tapi bukti di lapangan menunjukkan, mereka tidak konsisten dengan pernyataan dan statemen mereka.

Kalau mereka yakin dengan ajaran pluralisme yang menyatakan semua agama sama, mengapa mereka tetap memilih label islam? Mengapa mereka tidak jadi kutu loncat, nyebrang ke agama lain?

Kemungkinnanya hanya ada dua, bisa jadi mereka masih yakin Islam lebih unggul, berarti ini tidak konsisten dengan pemahaman mereka. Atau kemungkinan lain, mereka ingin mengobok-obok Islam dari dalam. Karena mereka akan leluasa berbicara tentang Islam semaunya dengan dalih Ijtihad. Sedangkan jika mereka berada di luar Islam, lalu berbicara tentang Islam dengan ngawur, tentu akan babak belur dan kontra produktif.(oomnya fahrel/myquran.org)

Download This Article in PDF File with


If You Like "Gejala Kesurupan JIL dan Terapinya", Share This to Your Friends

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
lintasberita
Print Friendly and PDF

Related Post for Gejala Kesurupan JIL dan Terapinya


  • Mengaku atau Tidak, Penganut Ajaran Syiah Tetap Sesat


    Mengaku atau Tidak, Penganut Ajaran Syiah Tetap Sesat
    Mengaku atau Tidak, Penganut Ajaran Syiah Tetap SesatReviewed by Admin on May 7Rating: 4.5Usai bedah buku “Potret Ulama” di Masjid kompleks Darul Hikam wal Ihsan, Bandung, pada Ahad (6/5/2012), KH Athian Ali Muhamad Da’i,  selaku Ketua Forum Ulama Umat Indonesia (FUUI), menerangkan tentang status para dai yang menyebarkan agama Syiah.   “Mereka yang berkeyakinan terhadap paham-paham

  • Larangan Berdebat dalam Masalah Agama


    Larangan Berdebat dalam Masalah Agama
    Larangan Berdebat dalam Masalah AgamaReviewed by Admin on May 5Rating: 4.5Ahlus Sunnah wal Jama’ah Melarang Perdebatan dan Permusuhan Dalam Agama. Karena Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang dari hal tersebut. Dalam Ash-Shohihain dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda : اِقْرَأُوْا الْقُرْآنَ مَا ائْتَلَفَتْ عَلَيْهِ قُلُوْبُكُمْ فَإِذَا اخْتَلَفْتُمْ فَقُوْمُوْا عَنْهُ “Bacalah Al-Qur`an selama hati-hati kalian

  • Warga Kepung Salihara, Protes Kuliah Umum Irshad Manji Dibubarkan


    Warga Kepung Salihara, Protes Kuliah Umum Irshad Manji Dibubarkan
    Warga Kepung Salihara, Protes Kuliah Umum Irshad Manji DibubarkanReviewed by Admin on May 5Rating: 4.5Komunitas Salihara, sebuah wadah aktivis Jaringan Islam Liberal (JIL) berkumpul, semula akan menggelar Kuliah Umum bertajuk “Iman, Cinta dan Kebebasan”, sekaligus peluncuran buku berjudul “Allah, Liberty & Love: Suatu Keberanian Mendamaikan Iman dan Kebebasan, Suara Baru Reformis Muslim Kontemporer.Kegiatan berlangsung di


blog comments powered by Disqus

YGenNet in Facebook

YGenNet in Twitter