Home » Akhwat » Muslimah » Kepada Pasangan Pengantin Baru…
Advertisement
Donasi Buku Panduan Bulan Ramadhan

menikah Kepada Pasangan Pengantin Baru...Setelah merasakan khidmatnya akad nikah, dan meriahnya walimah, sepasang suami istri akhirnya melepaskan jubah raja dan ratu sehari mereka, dan menuju ke kehidupan yang sesungguhnya. Kehidupan yang penuh cobaan untuk menguji seberapa kuat ikatan yang telah terjalin dan seberapa besar komitmen dalam melaksanakan ikrar suci pernikahan. Tidak ada lagi kata aku atau kamu, melainkan kita. Tidak ada lagi sendiri, melainkan berbagi. Sebuah perjalanan penghabisan jatah usia pun dimulai.

Kemakluman semua orang atas sepasang manusia yang tengah berbunga dalam cintapun diberikan sebagai kado khusus untuk anda. Kado itu juga terkandung doa dan harapan yang besar dari orang- orang yang menyayangi anda, agar anda berdua senantiasa rukun, damai dan menemukan keindahan dari pernikahan anda tersebut. Merekapun juga berharap takdir kebaikan dalam pernikahan selalu akan melingkupi anda. Rasa lelah, dan letihnya badan setelah membantu anda dalam memeriahkan pesta seakan sirna dengan terpanjatnya doa.

Saat awal menikah, semua terasa begitu indah, tersusun dengan rapi dan harus rapi serta membahagiakan. Namun kehidupan ternyata tidak berhenti disini, bahkan justru baru saja dimulai dititik ini. Persiapan menyongsong kelanjutannyalah yang sebenarnya lebih harus dipatenkan dalam hati, agar pernikahan senantiasa bahagia. Sejenak marilah kita melihat jauh kedepan, memberi kita sedikit PR untuk bahan perenungan diri.

Advertisement
Pasang Iklan Di Sini

Masihkah tetap pengabdian, kebersamaan dan kesetiaan kita berikan kepada suami, saat usia pernikahan telah menua nanti? masihkah kita akan tetap berkata kepada suami dengan nada yang sama, yang begitu santun dan manis saat telah bertahun- tahun menikah nanti?. Masihkah kritik dan keberatan suami menjadi hal yang paling kita pikirkan sampai kita tidak bisa tidur, setelah lama kita menikah nanti? masihkah kita dengan hati- hati menjaga aroma tubuh kurang dari segar mampir di hidung suami, atau sendawa tidak terdengar oleh telinganya, atau garukan-garukan non sexy jangan sampai dilihatnya? Masihkah kita tetap tersenyum melihatnya dalam apapun keadaannya? Akankah kita tetap selalu perduli dengan waktu makan dan menjaga ketenangan tidurnya? masihkah kita akan menjadi pendengar setianya saat dia terkapar lelah oleh keadaan sulit yang menderanya? dan lain- lain, dan seterusnya.

Jawaban nyata dari contoh sederet pertanyaan diatas memang belumlah terealisasi, namun gambaran dari pelaksanaanya haruslah sudah disiapkan dari jauh- jauh hari. Pernikahan adalah mencari kedamaian, pernikahan adalah mencari kenyamanan. Lalu mengapa kita harus menjadikan diri sebagai cobaan untuk pasangan kita?

Selain itu, bersiaplah juga dengan hadirnya konflik. Lepaskan angan- angan dan kreasi impian anda dengan tetap membayangkan bahwa pernikahan akan berjalan layaknya kisah cinta putri dan pangeran di dalam dongeng.KOnflik dalam Pernikahan di dunia nyata pasti akan ada, dan sudah selayaknya kehidupan dunia, bahwa semua tak pernah berjalan mulus tanpa cobaan. Jika anda berniat menikah, maka sudah sejak awal hal tersebut harus dipahami.

Lapangkanlah pula keikhlasan untuk memaafkan. Allah mengamanahkan hanya wanita yang bisa melahirkan, yang juga berarti wanita insyaallah akan lebih mampu menahan rasa sakit. dan yakinlah bahwa mungkin ada alasan lain selain rasa sakit waktu melahirkan, yang sebenarnya diberikan oleh-Nya untuk para wanita, sebagai contohnya adalah kemampuan kita untuk memaafkan, walaupun rasa sakit terkadang terasa sebelum kemampuan itu timbul.Memaafkan pasangan memang tidak semudah membalikkan telapak tangan, namun dari kemampuan anda memaafkan, maka anda dapat mengukur seberapa besar komitmen anda pada proses membaikkan diri dan keadaan untuk tetap berpihak pada anda.

Persiapkan pula penerimaan. Banyak pasangan pengantin baru yang menilai sebuah kesempurnaan atas diri suaminya. Sayangnya penilaian itu kemudian berlanjut dengan sebuah tuntutan yang sama sekali tidak logis. ketika semua ego tidak terpenuhi, buru- buru penghakimanpun diberikan. Hal itu secara tidak langsung, berarti anda mengajari pasangan anda untuk sangat rela terlepas dari kebutuhannya atas anda.

Di dalam pernikahan, akan banyak hal-hal tentang pasangan yang tidak Anda duga sebelumnya. Ketidaksiapan Anda menerima kekurangan pasangan akan berakibat buruk bagi pernikahan.Saat ikrar pernikahan diucapkan, itu tandanya Anda siap menerima pasangan dalam keadaan apapun.Jika ternyata anda belum bisa karena keterbatasan sebagai manusia, maka lakukanlah hanya karena Allah, dan insyaAllah semua akan lebih terasa melegakan.

Persiapkan diri, kuatkan hati dengan kepasrahan dan maksimalnya usaha yang hanya karena Allah dalam menghadapi apapun halangan yang ada didepan.Genggam erat tangan suami anda dan bersiaplah menuju sebuah dunia baru, yang mungkin asing bagi anda, namun percayalah didalamnya terkandung maksud dari sang maha hidup untuk membahagiakan hambanya.

Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, warahmah

Selamat Berbahagia

(Syahidah/voa-islam.com)

Download This Article in PDF File with


If You Like "Kepada Pasangan Pengantin Baru…", Share This to Your Friends

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
lintasberita
Print Friendly and PDF

Related Post for Kepada Pasangan Pengantin Baru…


  • Sahkah Nikah Sirri


    Sahkah Nikah Sirri
    Sahkah Nikah SirriReviewed by Admin on May 6Rating: 4.5Nikah sirri dalam fiqih kontemporer lebih dikenal dengan istilah nikah ‘urfi (zawaj ‘urfi). Nikah ‘urfi adalah suatu pernikahan yang memenuhi syarat-syarat pernikahan tetapi tidak dicatat secara resmi oleh pegawai pemerintah yang menangani pernikahan (baca: KUA). Dari sini, dapat kita pahami bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan yang menonjol

  • Alhamdulillah! PP Muhammadiyah Pun Menolak Dialog dengan Irshad Manji


    Alhamdulillah! PP Muhammadiyah Pun Menolak Dialog dengan Irshad Manji
    Alhamdulillah! PP Muhammadiyah Pun Menolak Dialog dengan Irshad ManjiReviewed by Admin on May 3Rating: 4.5Semula diagendakan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah akan mengadakan pertemuan dan dialog dengan tokoh feminis lesbi Irshad Manji pada pada 4 Mei 2012 di gedung PP Muhammadiyah, jalan Menteng Raya No. 62, Jakarta, akhirnya dibatalkan. Namun, tidak dijelaskan alasan kenapa Muhammadiyah membatalkan pertemuan

  • Terapi Penyakit Suka Sesama Jenis


    Terapi Penyakit Suka Sesama Jenis
    Terapi Penyakit Suka Sesama JenisReviewed by Admin on May 2Rating: 4.5Maha Suci Allah Yang telah setiap makhluk-Nya dengan berpasang-pasangan. Ketentuan ini berlaku pada seluruh makhluq-Nya, tidak terkecuali berbagai penyakit yang menimpa manusia. Tidaklah Allah Ta’ala menciptakan suatu penyakit, melainkan telah menurunkan pula obatnya. Sahabat Jabir radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa


blog comments powered by Disqus

YGenNet in Facebook

YGenNet in Twitter