Home » Akhwat » Muslimah » Menyikapi Mantan Taaruf yang Masih Sakit Hati
Advertisement
Donasi Buku Panduan Bulan Ramadhan

cerai Menyikapi Mantan Taaruf yang Masih Sakit HatiBANYAK kisah taaruf –proses saling mengenal antara laki-laki dan perempuan dalam upaya menuju pernikahan tanpa pacaran– yang kandas di tengah jalan. Banyak pula penyebab dan alasannya. Bisa jadi karena orang tua tidak setuju, perbedaan prinsip, perbedaan karakter, tidak ada kecocokan satu sama lain, dan berjuta penyebab lain. Apapun alasannya, satu hal yang pasti terjadi di antara mereka, bukan jodoh.

Bila alasan satu ini dipahami dengan benar, insya Allah tak akan ada sakit hati yang menyertai ketika akhirnya semua prose situ harus berakhir ataupun diakhiri. Masing-masing pihak akan berbesar hati dan tidak saling membenci. Bahkan sebaliknya, ukhuwah bisa terjalin di sana dengan saling menutup aib masing-masing dan menumbuhkan rasa persaudaraan menggantikan rasa ‘harap’ sebelumnya yang sempat ada. Tapi ternyata, kenyataan di lapangan tak seindah teori untuk memaafkan ataupun melupakan seseorang yang pernah melakukan taaruf tersebut.

Ada yang memutuskan hubungan sama sekali ketika ta’aruf tak bisa berlanjut. Bahkan jangankan saling sapa, menyebut nama saja sudah enggan. Seluruh hal tentang dirinya baik nomer HP, sms-sms, email dan biodata semua dibuang ke tong sampah. Bila pun ada yang orang yang menyebut nama si mantan taaruf ini, hatinya langsung bergemuruh dipenuhi rasa yang menyakitkan hati. Dalam skala lebih jauh, orang dengan tipe ini bukan tak mungkin melakukan pembunuhan karakter pada si mantan taaruf. Misalnya saja ia akan menyebarkan hal-hal buruk tentang si ‘mantan’ agar tak ada yang mau mendekat.

Advertisement
Pasang Iklan Di Sini

Ada juga orang yang masih melakukan kontak seperlunya dengan si mantan taaruf meskipun sudah tak terjalin apa-apa lagi di antara mereka. Hubungan mereka sebatas teman seperti sebelumnya. Sekilas, seolah semua berjalan baik-baik saja. Tapi sikap salah satunya berubah ketika si mantan taaruf ternyata mendapat pasangan lebih cepat dari dirinya. Rencana pernikahan si ‘mantan’ membuatnya bak cacing kepanasan karena merasa didahului. Sikapnya pun berubah sinis dan ketus.

Uniknya, ada juga yang kebalikan dari fenomena di atas. Ketika dirinya sudah bertaaruf lagi dengan yang lain dan berencana mau menikah duluan, hatinya masih dipenuhi rasa tidak terima taaruf sebelumnya harus putus di tengah jalan. Walhasil, ia yang seharusnya bahagia menjelang hari pernikahannya, hatinya malah dipenuhi syak wasangka bahwa si ‘mantan’ taaruf akan merusak suasana. Yang terjadi kemudian adalah ketika ia menikah duluan dan si ‘mantan’ mengucapkan selamat dan doa penuh ketulusan, dijawabnya dengan ketus dan penuh kecurigaan.

Urusan hati memang tidak sederhana. Tapi sesuatu yang tidak sederhana ini jangan diperumit dengan hal-hal yang tak seharusnya ada. Jodoh adalah rahasia-Nya yang hanya bisa diikhtiari tanpa berusaha mendikte ataupun memaksakan kehendak. Allah tak akan pernah salah menjodohkan hamba-Nya. Maka berprasangka baiklah pada-Nya ketika taaruf tak bisa berjalan sesuai rencana. Tak perlu su’udzhon pada mantan taaruf, tak perlu pula memutuskan ukhuwah yang pernah terjalin meskipun saat ini telah berbeda jalinan cerita.

Dunia akan lebih indah apabila hati ini dipenuhi husnuzhon, baik terhadap takdir Allah ataupun terhadap si ‘mantan’. Dunia pun akan lebih cerah dan berwarna bila sikap diri tak dipenuhi sinis dan antipati hanya karena si dambaan hati tak menjadi milik diri. Memang bukan hal yang mudah, tapi juga bukan suatu yang mustahil untuk dilakukan. So, bersihkan hati dan ikhlaskan diri ini menerima takdir Ilahi. [ria fariana/voa-islam.com]

Download This Article in PDF File with


If You Like "Menyikapi Mantan Taaruf yang Masih Sakit Hati", Share This to Your Friends

Digg
stumbleupon
Delicious
facebook
twitter
reddit
lintasberita
Print Friendly and PDF

Related Post for Menyikapi Mantan Taaruf yang Masih Sakit Hati


  • Yang Galau Menanti Jodoh


    Yang Galau Menanti Jodoh
    Yang Galau Menanti JodohReviewed by Admin on May 6Rating: 4.5Sebagaimana kematian, rejeki, dan ajal, jodoh adalah rahasia Allah swt yang tidak dapat kita duga kedatangannya. Banyak insan menjadi resah tak berujung, saat usia kian bertambah namun jodoh tak juga datang menghampiri. Sementara di luar sana, teman dan kerabat tak henti bertanya kapan si lajang akan

  • Umar dan Imam Syafi’i Berbicara tentang Bid’ah Hasanah


    Umar dan Imam Syafi’i Berbicara tentang Bid’ah Hasanah
    Umar dan Imam Syafi’i Berbicara tentang Bid’ah HasanahReviewed by Admin on May 6Rating: 4.5Kata-kata yang sudah sangat masyhur dan telah dianggap berasal dari Umar bin Khottob dan Imam Asy Syafi’i. Sebagaian orang lantas menyangka selama bid’ah itu baik, maka tidaklah masalah diamalkan. Karena bid’ah menurutnya ada yang baik (bid’ah hasanah) dan ada bid’ah yan jelek

  • Sahkah Nikah Sirri


    Sahkah Nikah Sirri
    Sahkah Nikah SirriReviewed by Admin on May 6Rating: 4.5Nikah sirri dalam fiqih kontemporer lebih dikenal dengan istilah nikah ‘urfi (zawaj ‘urfi). Nikah ‘urfi adalah suatu pernikahan yang memenuhi syarat-syarat pernikahan tetapi tidak dicatat secara resmi oleh pegawai pemerintah yang menangani pernikahan (baca: KUA). Dari sini, dapat kita pahami bahwa sebenarnya tidak ada perbedaan yang menonjol


blog comments powered by Disqus

YGenNet in Facebook

YGenNet in Twitter