Home » Artikel Islami » Archive by category 'Cerpen Islami'

Cerpen Islami

Perempuan dan Cincin di Jarinya (bag. 3)

“Lupakan saja, May.” Sahutnya tegas. “Tapi, Sis … ak …” “Lupakan, kataku! Bagaimanapun kamu tidak mengenalnya lebih jauh dari itu. Lupakan saja.” Maya terkejut, sekaligus tidak senang dengan reaksi sahabatnya itu. Apa-apaan Siska? Seenaknya saja memupuskan harapan yang kini tengah terbangun perlahan tapi pasti di dalam hatinya. “Kamu nggak berhak melarang aku, Sis. Aku sudah

Perempuan dan Cincin di Jarinya (bag. 2)

Siska menyeruput lemon tea yang mulai terasa hambar. Ia menarik napas dalam-dalam. “Jadi … selama ini … Karin … dan yang membuat kamu adi aneh … ck … cincin kawin!” Siska berkomentar tak jelas. Seketika ia langsung merasa kasihan pada Maya. Seorang wanita karir yang masih single, dengan segudang kesuksesan, memiliki sifat supel dan menyenangkan,

Perempuan dan Cincin di Jarinya (Bag.1)

Jangan bicarakan lagi soal menunggu. Maya sudah menunggu terlalu lama dan kepingan hati yang berharap itu sudah seringkali cemas. Wanita yang telah lama beranjak dari usia belia itu sudah melewati kepala tiga dan masih saja sendiri. Belakangan tampaknya sifat Maya pun mulai berubah. Senyum ceria dan celoteh panjang menjadi barang langka. Ia tampak makin serius

Sarenade Malam

“Ambilkan bulan, Bu….” Ia melantunkan lagu tersebut berkali-kali di telingaku. Kadang sampai aku merasa bosan mendengarnya, tapi ia tidak pernah lelah menghiburku. Kakakku tersayang satu-satunya, ia tidak pernah bosan menina-bobokanku dengan lagu tersebut. “Kak, kita tidur di sini sekarang?” tanyaku. Ia tersenyum dan mengangguk. Rambut pendeknya terayun-ayun dan matanya bersinar. “Kita tidur di sini supaya

Kepak Sayap Pena – Muttaqwiati

Kupunguti asam-asam yang berjatuhan diterpa angina. Lumayan… walaupun semuanya hanya lima belas biji. Perlahan asam itu kukupas, kutaruh di tampah, dan kujemur diterik matahari. Setiap hari aku mengumpulkannya. Kupikir tak ada salahnya. Per kilo bisa laku Rp 2.500,00. Yah, bias buat belanja sehari. “Mi, ada tamu,” teriak anak pertamaku yang berusia empat tahun. Segera kutinggalkan
Page 1 of 6:1 2 3 4 5 6 »