Cerpen Islami
“Ambilkan bulan, Bu….” Ia melantunkan lagu tersebut berkali-kali di telingaku. Kadang sampai aku merasa bosan mendengarnya, tapi ia tidak pernah lelah menghiburku. Kakakku tersayang satu-satunya, ia tidak pernah bosan menina-bobokanku dengan lagu tersebut. “Kak, kita tidur di sini sekarang?” tanyaku. Ia tersenyum dan mengangguk. Rambut pendeknya terayun-ayun dan matanya bersinar. “Kita tidur di sini supaya
Pagi itu di dapur…. ” Bu,.. awas itu ikannya hampir gosong loh… “, seru khadimatku, Asih, membuyarkan lamunanku. ” Masya Allah…”, seruku seraya mematikan kompor. ” Nah loh ibu lagi ngelamun ya… ?”, goda Asih lagi. ” Ah, kamu ini… ayo mana belanjaannya ? “, tanyaku. ” Asih, hari ini kita bikin bali ikan, sayurnya

