Christology
Buku kristenisasi berwajah Islam berjudul “Yang Haq dan Yang Batil” yang dilaporkan Rauf Al-Jihadi dari Pamekasan Madura ini hanya mengandalkan tudingan bombastis. Setelah menuding Allah yang disembah umat Islam sebagai Tuhan yang Maha Penipu, pada halaman 23 misionaris menuduh Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Teroris. Perhatikan kutipannya: “Allah Penteror atau Teroris; biasa menjatuhkan ketakutan
Di tiap perayaan Natal, bocah-bocah Kristiani-dan juga anak-anak umat Muslim- kerap didoktrin pada kemunculan seorang tokoh tambun berpakaian serba merah serta bertopi jambul yang bernama Santa Claus. Manusia berjenggot tebal dan dipandu oleh segerombolan rusa ini pun digambarkan memiliki sifat yang ramah. Ia datang ke tiap rumah untuk memberi hadiah menarik bagi anak-anak. Doktrin ini
Natal alias Christmas yang dirayakan umat Kristen seluruh dunia, hampir tak bisa dipisahkan dari sosok Sinterklas (Santa Claus). Tokoh ini selalu dinanti oleh anak-anak setiap perayaan Natal di akhir tahun. Namun, di balik penampilannya yang tambun, bermuka merah dan riang gembira, sosok khas Sinterklas itu justru bisa memberi pendidikan buruk bagi anak-anak. Demikian menurut hasil
Menyambut Natal, Pendeta Muhammad Nurdin menulis buku “Selamat Natal Menurut Al Qur’an.” Pada halaman 11-12, Gembala Gereja Kristen Maranatha ini menuduh Rasulullah shallallahu ’alaihi wasallam pernah beragama Kristen dan merayakan Natal bersama dan mengucapkan Selamat Natal Qurani. Untuk menanggapi hujatan pendeta ini, kami tampilkan artikel Natal tulisan H Insan LS Mokoginta (Wencelclaus), muallaf mantan Katolik.
Jika legenda tiga orang majus dan bintang Betlehem dalam kisah kelahiran Yesus yang diceritakan dalam Alkitab itu benar, bisa diprediksikan bahwa Yesus tidak lahir tanggal 25 Desember, melainkan 17 Juni. Legenda mengenai bintang yang muncul di langit tepatnya di kota Betlehem yang memimpin tiga orang majus ke palungan, tempat di mana bayi Yesus terbaring telah
