Oase Iman
Betapa banyak da’i yang kedua bibirnya tidak perlu berucap sepatah kata pun akan tetapi dengan kondisi dan keistiqamahannya dapat membuat orang mendapatkan hidayah. Berikut sikap di mana seorang kafir mendapatkan hidayah dan masuk Islam hanya gara-gara akhlak seorang da’i yang buta. Adalah seorang laki-laki Jerman yang kemudian mengumumkan keislamannya menceritakan, awal pertama ia mengenal Islam
Ingatkah tangis pertama dinanti setiap mata Buaian pagi hingga malam berkuntum kecup sayang Bisikan do’a ayah bunda teruntai gemilang Agar sosok permata jiwa senantiasa berhias cinta-Nya Mengalun nafas segar Iringan tinta menggores lembar kertas putih Rajut impian sembari sumringah Tegar tatkala cabaran datang Pangkas kegetiran yang terkadang hadir Detak-detik irama langkah Tapak menuju cita Menjemput
Nasab Beliau Beliau adalah Syaikhul Islam Al Imam Ahmad bin Abdul Halim bin Abdus Salam bin Abdullah bin Muhammad bin Al Khodr bin Muhammad bin Al Khodr bin Ali bin Abdullah bin Taimiyyah Al Haroni Ad Dimasqi. Nama Kunyah beliau adalah Abul ‘Abbas. Kelahiran dan Pertumbuhan Beliau Beliau lahir pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal 661
Teladan terbaik bagi kita adalah dari Rasul kita -Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Kita akan saksikan bagaimana Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam memberi contoh bagaimana semangat beliau dalam berderma, lebih-lebih lagi ketika di bulan penuh berkah, bulan Ramadhan. Dari Anas bin Malik, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah orang yang paling baik
Ada seorang Arab Badui menemui khalifah al-Mu’tashim, lalu ia diangkat menjadi orang dekat dan orang kepercayaannya. Ia kemudian dengan leluasa dapat menemui isterinya tanpa perlu minta izin dulu. Sang khalifah memiliki seorang menteri yang memiliki sifat dengki. Melihat kepercayaan yang sedemikian besar diberikan sang khalifah kepada orang Arab Badui itu, ia cemburu dan dengki terhadapnya.

