<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?> <rss
version="2.0"
xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
> <channel><title>YGenNet</title> <atom:link href="http://ygennet.web.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" /><link>http://ygennet.web.id</link> <description>Kembali ke Islam yang Murni</description> <lastBuildDate>Wed, 22 Feb 2012 23:35:49 +0000</lastBuildDate> <language>en</language> <sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod> <sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency> <generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator> <item><title>Mengapa Hatimu Begitu Keras Dan Hidupmu Terasa Kacau?</title><link>http://ygennet.web.id/2012/mengapa-hatimu-begitu-keras-dan-hidupmu-terasa-kacau/</link> <comments>http://ygennet.web.id/2012/mengapa-hatimu-begitu-keras-dan-hidupmu-terasa-kacau/#comments</comments> <pubDate>Wed, 22 Feb 2012 23:35:49 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Muslimah]]></category> <category><![CDATA[Bulu]]></category> <category><![CDATA[Detik]]></category> <category><![CDATA[Hamba]]></category> <category><![CDATA[Kedamaian]]></category> <category><![CDATA[Kekerasan]]></category> <category><![CDATA[Kemana]]></category> <category><![CDATA[Keras]]></category> <category><![CDATA[Ketenangan]]></category> <category><![CDATA[Lalai]]></category> <category><![CDATA[Lemah]]></category> <category><![CDATA[lidah]]></category> <category><![CDATA[Lisan]]></category> <category><![CDATA[nafsu]]></category> <category><![CDATA[Nasehat]]></category> <category><![CDATA[Neraka]]></category> <category><![CDATA[Qalbu]]></category> <category><![CDATA[Setan]]></category> <category><![CDATA[Subhanahu Wa]]></category> <category><![CDATA[Terlanjur]]></category> <category><![CDATA[Zumar]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ygennet.web.id/?p=2788</guid> <description><![CDATA[<br
/>Dunia, lagi- lagi dunia, mengeraskan hati bagi jiwa- jiwa yang lalai. Menundukkan ketegaran bagi pemegang iman yang lemah dan mengacaukan pikir manusia berhati gersang. Episode selanjutnya, adalah kesempitan dada, hidup penuh dengan goncangan, dan tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Betapa kasihannya manusia seperti ini. Ibarat tenggelam dalam lautan luas tanpa batas, dia [...]<br
/><br
/><br
/>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://3.bp.blogspot.com/-T8jk0pkqH4k/T0V7usD5u8I/AAAAAAAAAew/Vxakr20ADdg/s400/galau.jpg" class="alignleft" alt="galau Mengapa Hatimu Begitu Keras Dan Hidupmu Terasa Kacau?"  title="Mengapa Hatimu Begitu Keras Dan Hidupmu Terasa Kacau?" />Dunia, lagi- lagi dunia, mengeraskan hati bagi jiwa- jiwa yang lalai. Menundukkan ketegaran bagi pemegang iman yang lemah dan mengacaukan pikir manusia berhati gersang.</p><p>Episode selanjutnya, adalah kesempitan dada, hidup penuh dengan goncangan, dan tidak pernah merasakan ketenangan dan kedamaian sama sekali. Betapa kasihannya manusia seperti ini. Ibarat tenggelam dalam lautan luas tanpa batas, dia sama sekali tidak memiliki pegangan apapun, sampai akhirnya dia tenggelam dan&#8230; mati.</p><p>Tidaklah Allah memberikan hukuman yang lebih besar kepada seorang hamba selain dari kerasnya qalbu dan jauhnya dari Allah subhanahu wa ta&#8217;ala. Dan neraka adalah diciptakan untuk melunakkan hati yang keras.</p><p>Tengoklah betapa hati yang keras begitu sangat kering dan merongrong hidup manusia tersebut terus-menerus, sedang kegundahannya muncul terhadap segala sesuatu. Jiwanya pun terasa kosong, sehingga bagian tubuhnya yang lain ikut bercermin kepadanya.</p><p>Dengarkan lisannya. Dia bergerak tanpa berpikir. Bagai menyebar bulu keluar dijalan, sehingga dalam beberapa detik bulu- bulu itu hilang entah kemana. Ketika manusia tersebut berniat kembali untuk menemukan dan membersihkannya, hal itupun menjadi hal yang mustahil untuk dilakukan. Maka banyak tersakitilah hati- hati saudaranya karena ketajaman kata dari lidah yang tiada berdzikir.</p><p>Lisan adalah anak kandung hati. Lisan mengikuti hati. Hati yang keras adalah hati yang kosong dari berbagai nasehat yang baik, dan akan menjadi buta karenanya. Dan bila seseorang telah buta hatinya maka ia akan semakin jauh dari cahaya Illahi.</p><p>Begitulah gambaran jelas ketika kekerasan hati sudah terlanjur menancap dan akhirnya si manusia hanya menjadi budak dan bulan- bulanan nafsu, sedang setan sebagai pengemudinya. Naudzubillah&#8230;</p><p>Maka tidak adalah keraguan atas firman Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala berfirman Dalam Az Zumar 22 : &#8220;Maka celakalah bagi mereka yang keras qalbunya dari berdzikir kepada Allah. Mereka berada dalam kesesatan yang nyata.&#8221;</p><p>Sungguh betapa betapa kasihan manusia- manusia itu&#8230;</p><p>Saudaraku&#8230;</p><p>Dalam sendiri, jujurlah pada diri, apakah kau merasa jauh dari Allah? Jika ya, mungkin saja keadaan hatimu sudah sedemikian mengeras. Dan pantaslah jika kau bersedih, sebab hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang paling keras, dan jika hati sudah mengeras maka indrawi pun terasa gersang. Hatimu yang keras bisa saja ditimbulkan oleh empat hal yang dilakukan melebihi kebutuhan: makan, tidur, bicara, dan pergaulan.</p><p>Maka Berhentilah!&#8230;</p><p>Sudahilah derita penyiksaan atas dirimu sendiri itu!Sudahilah semua kekacauan hidupmu yang diakibatkan kekerasan hatimu ini! Tidakkah kau kasihan melihat sampai seperti itu kau mendholimi dirimu sendiri?</p><p>Menyerahlah!&#8230;</p><p>Karena hanya Allah  yang akan mengeyangkan batinmu dengan kebahagiaan.Bukankah itu yang selama ini kau cari?. Menyerahlah kepada sang Maha Rahman, sumber kebahagiaan sejatimu.</p><p>Kembalilah!&#8230;</p><p>Kembalilah untuk berkelana mengarungi makna-makna Kalamullah dan ayat-ayat-Nya yang nampak di pelupuk matamu, dan kau pun akan menuai hikmah-hikmah yang langka dan faedah-faedah yang indah. Jika hatimu senantiasa disuapi dzikir dan disirami dengan berfikir serta dibersihkan dari kerusakan, maka kau pasti akan melihat keajaiban dan diilhami hikmah.</p><p>Bukankah selama ini kaupun tumbuh dalam kasih sayang dan kelembutan Allah sang maha rahman, lalu mengapa kau tetap harus berkeras hati menyebarkan kekerasan dan kekasaran hati dan lisanmu kepada sesamamu? Tidakkah dapat kau rasakan kasih dari Tuhanmu?</p><p>Bukankah Allah juga mengkaruniakan akal kepada kita untuk menjadi manusia berhati lembut dan penuh kasih sayang? Lalu mengapa kau masih berkasar hati? ataukah sudah karena saking terlalu banyaknya dosa yang menutup sehingga cahaya hati terlalu susah untuk menyinari lagi?</p><p>Saudaraku&#8230;</p><p>Tidak setiap orang yang berhias dengan ilmu dan hikmah serta memeganginya akan hidup dalam kebaikan. Kecuali jika mereka menghidupkan qalbu dan mematikan hawa nafsunya. Adapun mereka yang membunuh hatinya dengan menghidupkan hawa nafsunya, maka tak akan muncul hikmah dari lisannya.</p><p>Dan siapapun  yang ingin mensucikan hatinya maka ia harus mengutamakan Allah dibanding keinginan dan nafsu jiwanya.</p><p>Kerapuhan hati kita adalah karena lalai dan merasa aman, sedang tenangnya batin adalah karena takut kepada Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala dan dzikir. Maka tengoklah dan belajarlah dari sebuah hati yang merasa zuhud dari hidangan-hidangan kenikmatan dunia, dia akan duduk menghadap hidangan-hidangan akhirat. Sebaliknya jika ia ridha dengan hidangan-hidangan dunia, ia akan terlewatkan dari hidangan akhirat.</p><p>Siapapun, siapapun yang menempatkan hatinya disisi Rabb-nya, ia akan merasa tenang dan tentram. Dan siapapun yang melepaskan hatinya di antara manusia, ia akan semakin kacau dan gersang hatinya.</p><p>Ingatlah! Kecintaan terhadap Allah tidaklah akan masuk ke dalam hati yang teramat mencintai dunia kecuali seperti masuknya gajah ke lubang jarum.</p><p>Hati kitapun bisa sakit seperti halnya badan yang bisa terluka. Dan obat dari semua itu adalah dengan bertaubat. Hati pun bisa tumpul dan berkarat, seperti benda yang di umbar begitu saja tanpa ada perhatian untuk mengurusnya. Dan cemerlangnya semua itu adalah dengan berdzikir. Hati bisa pula telanjang sebagaimana badan, dan pakaian keindahannya adalah taqwa. Hati pun bisa lapar dan dahaga sebagaimana badan, maka makanan dan minumannya adalah mengenal Allah subhanahu wa taala, cinta, tawakkal, bertaubat dan tunduk patuh hanya kepada Allah Subhanahu Wata&#8217;ala.</p><p>Saudaraku&#8230;</p><p>Betapapun kerasnya hidupmu sekarang, namun jagalah hatimu agar senantiasa lembut, mendamaikan dan menyejukkkan, paling tidak untuk dirimu sendiri dahulu. Ketahuilah, bahwa hanya orang yang baik yang akan selalu dekat dengan kebaikan, dan kebaikan akan selalu mendekatkan kepada rahmat dan keberuntungan.</p><p>Jika Allah Subhanahu wa Wa&#8217;ala cinta kepada seorang hamba, maka Allah Subhanahu wa Ta&#8217;ala akan memilih dia untuk diri-Nya sebagai tempat pemberian nikmat-nikmat-Nya, dan Ia akan memilihnya di antara hamba-hamba-Nya, sehingga hamba itu pun akan menyibukkan harapannya hanya kepada Allah. Hatinya senantiasa dengan berdzikir kepada-Nya, anggota badannya selalu dipakai untuk berkhidmat kepada-Nya.</p><p>Wahai jiwa.. tunduklah! Tunduklah kepada sang penguasa langit dan bumi, sang pemegang nyawa dan ubun- ubun manusia,sang penggerak dan pencipta jagad raya. Tunduklah dalam keikhlasan dan kepasrahan kepadaNya.</p><p>Wahai jiwa.. damailah! Damailah dalam kelembutan dan kebaikan sebagai cerminan rahmat dari sang maha Penyayang kepada hamba- hambanya yang senantiasa memenuhi celah kosong mereka dengan keagungan dan keperkasaanNya yang Abadi.</p><p>(Syahidah/Voa-islam.com)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ygennet.web.id/2012/mengapa-hatimu-begitu-keras-dan-hidupmu-terasa-kacau/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Aku Ingin Selalu Cantik</title><link>http://ygennet.web.id/2012/aku-ingin-selalu-cantik/</link> <comments>http://ygennet.web.id/2012/aku-ingin-selalu-cantik/#comments</comments> <pubDate>Wed, 22 Feb 2012 11:58:05 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Oase Iman]]></category> <category><![CDATA[Apa Saja]]></category> <category><![CDATA[Bokong]]></category> <category><![CDATA[Dagu]]></category> <category><![CDATA[Hidung]]></category> <category><![CDATA[Industri Kecantikan]]></category> <category><![CDATA[Kecantikan Kulit]]></category> <category><![CDATA[Klinik Kecantikan]]></category> <category><![CDATA[Kulit Wajah]]></category> <category><![CDATA[Kusam]]></category> <category><![CDATA[Lipatan]]></category> <category><![CDATA[Masa Kini]]></category> <category><![CDATA[Menikah]]></category> <category><![CDATA[Payudara]]></category> <category><![CDATA[Percaya Diri]]></category> <category><![CDATA[Produk Kecantikan]]></category> <category><![CDATA[Rambut]]></category> <category><![CDATA[Sedot Lemak]]></category> <category><![CDATA[Seorang Wanita]]></category> <category><![CDATA[Tubuh Wanita]]></category> <category><![CDATA[Yah]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ygennet.web.id/?p=2787</guid> <description><![CDATA[<br
/>Terjadi lagi, berita itu kubaca. Kejadian yang sama beberapa waktu lalupun ada juga. Seorang wanita meninggal di klinik kecantikan akibat proses sedot lemak untuk menjaga bentuk tubuh agar lebih indah dari sebelumnya. Entah karena prosesnya yang salah atau karena ada komplikasi pada tubuh si wanita. Tak sadarkan diri dan kemudian meninggal. Entah berapa juta duit [...]<br
/><br
/><br
/>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://1.bp.blogspot.com/-xq8N-nHzeG0/T0TYLI0u9II/AAAAAAAAAek/D7bDLq5xh9A/s400/cantik.jpg" class="alignleft" alt="cantik Aku Ingin Selalu Cantik"  title="Aku Ingin Selalu Cantik" />Terjadi lagi, berita itu kubaca. Kejadian yang sama beberapa waktu lalupun ada juga. Seorang wanita meninggal di klinik kecantikan akibat proses sedot lemak untuk menjaga bentuk tubuh agar lebih indah dari sebelumnya. Entah karena prosesnya yang salah atau karena ada komplikasi pada tubuh si wanita. Tak sadarkan diri dan kemudian meninggal. Entah berapa juta duit yang dihabiskannya untuk menjalani proses tersebut. Agar tubuh lebih indah , cantik dan menarik.</p><p>Wanita adalah konsumen paling besar untuk semua yang berhubungan dengan industri kecantikan. Baik itu untuk pengurusan badan, merawat dan menata rambut, menjaga kecantikan kulit, membentuk ulang mata, memperbaiki alis mata, mempercantik kulit, mengubah hidung, dagu, bokong, payudara, bahkan sampai kuku.</p><p>Yah, hampir semua bagian tubuh wanita berhubungan dan menjadi objek industri kecantikan. Dari ujung rambut sampai ke ujung kaki. Karena perempuan menyukai kecantikan. Perempuan ingin selalu dianggap cantik, dan terlihat cantik. Siapa sih yang tak ingin cantik dan tetap cantik. Harapan dengan tetap cantik, tetap disayang suami dan tetap percaya diri kalau bercermin bagi yang belum menikah.</p><p>Berbagai produk kecantikan membombardir wanita masa kini. Dengan segala macam jenis krim,losyen untuk muka, kulit, dengan berbagai tujuan dan pilihan. Bagi yang masih muda semakin percaya diri dengan memakai berbagai produk kecantikan untuk merawat dan memoles wajah agar lebih menarik dilihat orang.</p><p>Bagi wanita yang mulai berumur 30-an tahun keatas keresahan itu sudah mulai dirasakan. Ada apa dengan kulitku…..mengapa sudah nampak tak indah lagi. Sudah mulai kusam dan tak segar lagi. Mengapa di perut sudah mulai banyak lipatan, kenapa lengan atas ini semakin besar. Ah, apa yang harus dilakukan supaya tidak terjadi penuaan dini kulit dan muka ini. Berbagai jenis iklan terlihat di TV, produk-produk yang diyakini bisa mengatasi penuaan dini. Bisa membuat kulit wajah lebih cantik dan lebih berseri.</p><p>Apa saja bisa direnovasi dengan perkembangan teknologi kecantikan yang makin canggih saat ini dan tentunya dengan berbagai tingkat resiko. Negara-negara maju banyak menghasilkan teknologi kecantikan untuk bisa mengkoreksi kekurangan tubuh wanita mulai dari ujung rambut hingga ke ujung jari dengan harga alat-alat dan obat-obatan yang tidak murah tentunya. Dan semua itu bisa didapatkan dengan mengunjungi klinik kecantikan.</p><p>Atau dengan pergi ke spa-spa yang semakin bertebaran untuk mereka yang berduit dari kelas murah sampai yang mahal. Dan tentunya harga yang harus dikeluarkan untuk semua itu sangat bervariasi. Mulai dari salon kecantikan murahan sampai yang jutaan tersedia di negeri ini. Kalau punya uang lebih banyak lagi, bahkan ada wanita yang sampai ke luar negeri untuk memperbaiki yang kekurangan dari tubuhnya.</p><p>Sungguh ironis andaikata seorang wanita Islam, muslimah hanya memperhatikan kecantikan ragawi saja. Tidak salah jika kita ingin selalu cantik dan ingin merawat pemberian dan anugrah Allah terhadap tubuh kita. Asal jangan sampai berlebihan sehingga melanggar aturan agama, dengan melakukan renovasi sana-sini seolah-olah tidak pernah puas atas anugrah yang sudah diciptakan Allah untuk kita.</p><p>Dan tentu saja sebagai wanita muslim, kecantikan itu hanya untuk suaminya seorang, bukan untuk dipamerkan ke semua orang. Hanya wajah dan kedua tapak tangan saja yang boleh terlihat orang. Haruskah sampai terobsesi dengan kecantikan dan mengeluarkan duit sampai berlebih-lebihan? Haruskan semua anggota tubuh dikeluhkan, diresahkan dan dianggap sebagai suatu kekurangan. Tidakkah duit itu lebih bermanfaat jika kita infaq kan , sedekah, atau membantu orang yang kesusahan.</p><p>Andaikata umur kita tak panjang, hancurlah jasad dimamah bumi. Kecantikan itu tak kan berumur panjang didalam kain kafan kita, didalam kubur. Penuaan adalah proses yang alami. Kulit yang keriput akan kita alami suatu hari nanti jika kita berumur panjang. Kita hanya bisa merawatnya saja. Kecantikan rohanilah yang harus terus kita jaga dan akan menjadi amal ibadah. Dengan sering berzikir , berdoa dan mengingat Allah, mudah-mudahan bibir ini selalu indah.</p><p>Dengan rajin shalat dan menjaga wudhu, mudah-mudahan kulit wajah ini selalu segar. Dengan rajin membaca Al-Quran mudah-mudahan kedua mata tetap menawan. Dengan rajin mengulurkan sedekah mudah-mudahan tangan ini selalu indah.</p><p>Dengan melatih kesabaran dan keikhlasan atas segala cobaan hidup,mudah-mudahan kerutan di muka tidak bertambah. Dengan sujud-sujud panjang dalam shalat malam serta memperbanyak puasa sunat , mudah-mudahan berat badan tetap terjaga.</p><p>Dengan memperbanyak kesyukuran pada Allah, mudah-mudahan wajah ini selalu berseri.<br
/> “Segala puji hanya milik Allah, Ya Allah sebagaimana Engkau memberiku rupa yang baik maka jadikanlah padaku akhlaq yang baik”.</p><p>Tanah Melayu, 4 Safar 1431H<br
/> (Piyanza/eramuslim.com)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ygennet.web.id/2012/aku-ingin-selalu-cantik/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>MUI Tegaskan Nikah Siri Halal Secara Nasional</title><link>http://ygennet.web.id/2012/mui-tegaskan-nikah-siri-halal-secara-nasional/</link> <comments>http://ygennet.web.id/2012/mui-tegaskan-nikah-siri-halal-secara-nasional/#comments</comments> <pubDate>Wed, 22 Feb 2012 10:02:35 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[News]]></category> <category><![CDATA[alam]]></category> <category><![CDATA[Bilal]]></category> <category><![CDATA[Bisa]]></category> <category><![CDATA[Halal]]></category> <category><![CDATA[Hanya]]></category> <category><![CDATA[Haram]]></category> <category><![CDATA[Jika]]></category> <category><![CDATA[Judicial Review]]></category> <category><![CDATA[jum'at]]></category> <category><![CDATA[Keluarga]]></category> <category><![CDATA[Kumpul Kebo]]></category> <category><![CDATA[Luar Nikah]]></category> <category><![CDATA[Majelis Ulama Indonesia]]></category> <category><![CDATA[mui]]></category> <category><![CDATA[Nikah Siri]]></category> <category><![CDATA[Pernikahan]]></category> <category><![CDATA[Putusan Mahkamah Konstitusi]]></category> <category><![CDATA[Sangat]]></category> <category><![CDATA[Uu Perkawinan]]></category> <category><![CDATA[Uud 1945]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ygennet.web.id/?p=2785</guid> <description><![CDATA[<br
/>Majelis Ulama Indonesia (MUI) langsung merekasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan terhadap Pasal 2 Ayat 2 dan Pasal 43 UU Perkawinan, yang akan menjadikan nikah siri sah secara nasional. Ketua MUI, KH Amidhan, anak di luar nikah dalam pembahasan UU Perkawinan disebut “anak alam”. Anak alam sendiri mempunyai keperdataan dengan ibunya. Tetapi sebaliknya, [...]<br
/><br
/><br
/>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://3.bp.blogspot.com/_esEgZb7DpCw/TPdg1mOXz7I/AAAAAAAAAU0/XKo9lu4_Xgc/s1600/MUI.gif" class="alignleft" alt="MUI MUI Tegaskan Nikah Siri Halal Secara Nasional"  title="MUI Tegaskan Nikah Siri Halal Secara Nasional" />Majelis Ulama Indonesia (MUI) langsung  merekasi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan gugatan terhadap Pasal 2 Ayat 2 dan Pasal 43 UU Perkawinan, yang akan menjadikan nikah siri sah secara nasional.<br
/> Ketua MUI, KH Amidhan, anak di luar nikah dalam pembahasan UU Perkawinan disebut “anak alam”. Anak alam sendiri mempunyai keperdataan dengan ibunya. Tetapi sebaliknya, anak alam tidak mempunyai hubungan keperdataan dengan ayahnya.</p><p>“Dengan keputusan MK itu, nikah siri itu sah secara nasional dan bisa dilaporkan di lembaga terkait. Di sisi lain, nikah siri sah secara agama. Tetapi, pelaku yang nikah siri dan menelantarkan anak hukumnya haram,” tegas Amidhan.</p><p>Menurut Amidhan, dalam pembahasan UU Perkawinan, anak di luar nikah disebut “anak alam”.<br
/> Anak alam secara keperdataan memiliki hubungan dengan ibunya, tetapi dengan ayahnya tidak ada hubungan keperdataan.</p><p>“Keputusan MK itu anak alam itu punya hubungan dengan ayahnya. Yang jadi kontroversi kalau anak itu hasil kumpul kebo. Apalagi jika anak hasil kumpul kebo itu harus diakui oleh negara,” ungkap Amidhan.</p><p>Seperti diketahui, Jumat (17/02), MK akhirnya mengabulkan judicial review gugatan artis Machica Mochtar terhadap pasal UU Perkawinan yang menyatakan bahwa “anak yang dilahirkan di luar perkawinan resmi hanya memiliki hubungan perdata kepada ibunya”.</p><p>Dengan putusan itu, anak yang lahir dari di luar pernikahan yang sah harus diakui dan mendapatkan haknya.</p><p>MK menyatakan Pasal 43 ayat (1) UU Perkawinan yang menyatakan “anak yang dilahirkan di luar perkawinan hanya mempunyai hubungan perdata dengan ibunya dan keluarga ibunya” sangat bertentangan dengan UUD 1945. (bilal/LI/arrahhmah.com)</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ygennet.web.id/2012/mui-tegaskan-nikah-siri-halal-secara-nasional/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Pertarungan Haq dan Batil Semakin Sengit, Maka Istiqamahlah!</title><link>http://ygennet.web.id/2012/pertarungan-haq-dan-batil-semakin-sengit-maka-istiqamahlah/</link> <comments>http://ygennet.web.id/2012/pertarungan-haq-dan-batil-semakin-sengit-maka-istiqamahlah/#comments</comments> <pubDate>Wed, 22 Feb 2012 07:30:39 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Analisa]]></category> <category><![CDATA[Abdul Razaq]]></category> <category><![CDATA[Abu Zeid]]></category> <category><![CDATA[Batil]]></category> <category><![CDATA[Darul Ulum]]></category> <category><![CDATA[Dilarang]]></category> <category><![CDATA[Fasakh]]></category> <category><![CDATA[Filsafat]]></category> <category><![CDATA[Hasan Hanafi]]></category> <category><![CDATA[Hukm]]></category> <category><![CDATA[Iyah]]></category> <category><![CDATA[Mahkamah]]></category> <category><![CDATA[Mesir]]></category> <category><![CDATA[Nasr Abu Zaid]]></category> <category><![CDATA[Pembela Islam]]></category> <category><![CDATA[Pemerintahan Dalam Islam]]></category> <category><![CDATA[Perguruan Tinggi]]></category> <category><![CDATA[Sastra]]></category> <category><![CDATA[sekularisme]]></category> <category><![CDATA[Syar]]></category> <category><![CDATA[Ulama]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ygennet.web.id/?p=2784</guid> <description><![CDATA[<br
/>Berkacalah pada Mesir. Pertarungan pemikiran antara hak dan batil semakin sengit dan seru. Para ulama di negeri itu tampil sebagai pembela Islam, baik yang formal seperti Al-Azhar, maupun personal. Sebagai lembaga yang cukup disegani, Al-Azhar telah lama berjuang menghadang arus sekularisme. Al-Azhar, melalui badan ilmiahnya yang cukup bergengsi di dunia, Majma’ Al Buhuts Al-Islamiyah (Pusat [...]<br
/><br
/><br
/>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://2.bp.blogspot.com/-WpoxmscsNTc/T0SZKCG7xhI/AAAAAAAAAeY/OF0KyQMD7w8/s1600/ulil.jpg" class="alignleft" alt="ulil Pertarungan Haq dan Batil Semakin Sengit, Maka Istiqamahlah!"  title="Pertarungan Haq dan Batil Semakin Sengit, Maka Istiqamahlah!" />Berkacalah pada Mesir. Pertarungan pemikiran antara hak dan batil semakin sengit dan seru. Para ulama di negeri itu tampil sebagai pembela Islam, baik yang formal seperti Al-Azhar, maupun personal. Sebagai lembaga yang cukup disegani, Al-Azhar telah lama berjuang menghadang arus sekularisme.</p><p>Al-Azhar, melalui badan ilmiahnya yang cukup bergengsi di dunia, Majma’ Al Buhuts Al-Islamiyah (Pusat Penelitian Islam), pernah mengadili Ali Abdul Razaq dalam sebuah pengadilan yang dihadiri lebih dari 20 ulama, karena bukunya Al-Islam wa Ushul Al-Hukm yang controversial itu.</p><p>Buku ini sempat membuat geger dunia Arab karena isinya menafikan adanya sistem politik dan pemerintahan dalam Islam. Pengadilan itulah yang memutuskan dicabutnya seluruh ijazah Al-Azhar yang pernah diberikan kepada Ali Abdul Razaq. Yang bersangkutan juga diberhentikan dari jabatannya sebagai hakim di Mahkamah Syar’iyah di Mesir.</p><p>Senasib dengan Ali Abdul Razaq, Nasr Abu Zeid (seorang professor Fakultas Sastra Universitas Kairo) juga dihadapkan sanksi yang sama, buku-bukunya dilarang peredarannya. Nasr Abu Zeid memang dipengaruhi oleh gurunya, Hasan Hanafi, yang mengajar filsafat pada fakultas dan perguruan tinggi yang sama.</p><p>Yang menarik, Prof. Abdussobur Shahin dari Fakultas Darul Ulum, Kairo, yang menjadi ketua panitia penilai karya-karya Nasr Abu Zeid, dalam putusannya menyatakan Nasr Abu Zaid tidak layak menjadi guru besar karena karya-karyanya tidak ilmiah. Sejak itu, kasus ini menjadi isu nasional, bahkan internasional. Didukung jaringan sekularisme di kampus dan pemerintahan, Nasr Abu Zeid dikukuhkan juga menjadi guru besar.</p><p>Ulama tidak kehabisan akal. Al-Azhar bersama dengan ulama di luar Al-Azhar menempuh jalur hukum. Mereka mengajukan somasi ke pengadilan. Dilengkapi dengan data dan fakta ilmiah dari tulisan-tulisan Abu Zeid atas keluarnya dari Islam, ulama menuntut agar pengadilan memutuskan ia dan istrinya harus dipisah (fasakh). Tuntutan itu dikabulkan dan akhirnya, Nasr Abu Zeid melarikan diri ke Leiden, Belanda. Di sana, ia menjadi guru besar Islamic Studies dan membimbing sarjana-sarjana asal Indonesia. Dikabarkan, pada tahun 2007, Nasr Abu Zeid pun ditolak kehadirannya oleh umat Islam Indonesia untuk menjadi narasumber di sebuah kampus di Riau dan Malang.</p><p>Tantangan Dakwah di Indonesia</p><p>Di negeri ini, pertarungan serupa dapat ditemukan di pentas pemikiran, walaupun tidak seseru yang ada di Mesir. Tahun 70-an, Nurcholish Madjid telah melemparkan ide sekulernya. Lalu, hal tersebut ditanggapi oleh sejumlah intelektual Muslim, seperti Endang Saifudin Anshari, Prof. H.M Rasyidi dan lain-lain.</p><p>Mendiang Munawir Sadzali juga pernah melempar ide controversial seputar hukum waris, namun hal itu dijawab oleh kalangan intelektual, seperti Rifyal Ka’bah dari Partai Bulan Bintang (PBB).  Tahun 1992, Nurcholis Madjid kembali melempar bola panas seputar ahlul kitab, makna agama, jilbab dan ide lainnya. Ia mendapat perlawanan keras di Masjid Taman Ismail Marzuki (TIM) oleh cendekiawan muslim, seperti Ridwan Saidi, Ustadz Daud Rasyid, dan sebagainya.</p><p>Setelah itu muncul generasi baru dari kalangan JIL (Jaringan Islam Liberal), seperti: Ulil Abshar Abdalla, Guntur Romli, dan Abdul Moqsith Ghazali. Mereka  harus berhadap-hadapan dengan Ustadz Adian Husaini, Adnin Armas, Hamid Zarkasyi, Nirwan Safrin dan sebagainya (dari INSIST) untuk mengcounter pemahaman sepilis. Kini, kaum JIL dan konco-konconya mendapatkan perlawanan tangguh dari Front Pembela Islam (FPI) yang didukung oleh kaum muslimin di Indonesia.</p><p>Inilah tantangan dakwah, yang tak selalu berjalan mulus. Diperlukan ilmu, siyasah (strategi), keberanian, jaringan, kesabaran, dan istiqamah. Dakwah yang hanya mengajarkan pembersihan jiwa dan acara-acara ritual belaka, nyaris tidak mendapatkan tantangan dan lawan yang tangguh mendukung kebatilan.</p><p>Andaikan Rasulullah Saw hanya sekedar mengajarkan pembersihan jiwa kepada kaum Quraisy, atau mengajarkan praktik ibadah formal, niscaya tidak akan ditentang oleh Abu Lahab, Abu Jahal, dan sekutu-sekutunya. Namun, karena dakwah Nabi Saw mengandung makna perombakan tatanan, penghancuran ideology jahiliyah, dan membangun sistem baru, maka kaum kafir Quraisy akhirnya mati-matian menghadang dakwah itu.</p><p>Apa pasal? Mereka merasa dakwah Rasullah Saw ini adalah ancaman eksistensi ideology dan sistem kekuasaan mereka yang sudah mapan. Itulah sebabnya, kaum kafir Quraisy melakukan perlawanan sengit terhadap dakwah Nabi Saw. Pada prinsipnya, tiada zaman yang sepi dari musuh-musuh Islam, dulu maupun sekarang. Hal itu dibenarkan dalam Al Qur’an: “Dan begitulah, Kami jadikan di setiap negeri itu penjahat-penjahat kelas beratnya.”</p><p>Kini, musuh-musuh Islam itu gemetar, frustasi, dan mundur ke belakang. Tapi, perjuangan belum usai. Pertarungan antara hak dan kebatilan masih terus berlangsung hingga detik ini. Maka, bersabarlah, tetap istiqamah, dan yakinlah bahwa pertolongan Allah sangat dekat. [Desastian/voa-islam.com]</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ygennet.web.id/2012/pertarungan-haq-dan-batil-semakin-sengit-maka-istiqamahlah/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> <item><title>Suami Realistis Idaman Wanita</title><link>http://ygennet.web.id/2012/suami-realistis-idaman-wanita/</link> <comments>http://ygennet.web.id/2012/suami-realistis-idaman-wanita/#comments</comments> <pubDate>Wed, 22 Feb 2012 05:28:00 +0000</pubDate> <dc:creator>admin</dc:creator> <category><![CDATA[Muslimah]]></category> <category><![CDATA[Asyik]]></category> <category><![CDATA[Bilang]]></category> <category><![CDATA[Cantik]]></category> <category><![CDATA[Istri]]></category> <category><![CDATA[Karena]]></category> <category><![CDATA[Laki Laki]]></category> <category><![CDATA[Manis]]></category> <category><![CDATA[Masakan]]></category> <category><![CDATA[Memasak]]></category> <category><![CDATA[Perasaan]]></category> <category><![CDATA[Perempuan]]></category> <category><![CDATA[Pesona]]></category> <category><![CDATA[Sayur]]></category> <category><![CDATA[Selera]]></category> <category><![CDATA[Sosok]]></category> <category><![CDATA[Suami]]></category> <category><![CDATA[Tak Bisa]]></category> <category><![CDATA[Terima Kasih]]></category> <category><![CDATA[Wanita]]></category> <guid
isPermaLink="false">http://ygennet.web.id/?p=2783</guid> <description><![CDATA[<br
/>UNTUK dicintai suami, ada yang bilang bahwa seorang istri harus pandai memasak dan berdandan. Apakah itu artinya para istri yang tak pandai memasak apalagi berdandan tak bisa mendapatkan cinta suami? Hmm…nanti dulu. Idealnya seorang istri memang bisa memasak dan berdandan untuk suami, tapi apabila tak bisa keduanya, apakah seorang perempuan tak bisa menjadi istri yang [...]<br
/><br
/><br
/>]]></description> <content:encoded><![CDATA[<p><img
src="http://2.bp.blogspot.com/-HiFW3F5F67I/TburOtDRmPI/AAAAAAAAAFo/JOzNROd4SOs/s1600/suami-istri-pengantin.jpg" class="alignleft" alt="suami istri pengantin Suami Realistis Idaman Wanita"  title="Suami Realistis Idaman Wanita" />UNTUK dicintai suami, ada yang bilang bahwa seorang istri harus pandai memasak dan berdandan. Apakah itu artinya para istri yang tak pandai memasak apalagi berdandan tak bisa mendapatkan cinta suami? Hmm…nanti dulu. Idealnya seorang istri memang bisa memasak dan berdandan untuk suami, tapi apabila tak bisa keduanya, apakah seorang perempuan tak bisa menjadi istri yang baik di mata suami?</p><p>Bagi suami yang suka memanjakan selera makan, pandai memasak mungkin menjadi ‘keharusan’ bagi istrinya. Begitu juga bagi para suami yang mempunyai kecenderungan melirik ‘barang bagus’ di jalan, pandai berdandan juga menjadi hal yang mutlak bagi istrinya. Tapi di luar kedua kepandaian di atas, tidak adakah kepandaian lain yang bisa dihadirkan seorang istri pada suaminya?</p><p>ADA. Tidak semua laki-laki terpesona oleh kepandaian seorang perempuan memasak atau berdandan. Ada juga sosok laki-laki yang mencintai istrinya apa adanya dengan segenap potensi yang ada pada diri si belahan jiwa. Laki-laki ini tak menuntut si istri untuk pintar memasak apalagi berdandan. Tipe suami jenis ini sudah merasa bersyukur dengan keberadaan istri yang mampu menjadi partner diskusi dan tempat berbagi yang asyik.</p><p>Suami jenis ini tak meributkan rasa makanan yang ada. Biarpun sayur yang disajikan istri rasanya terlalu asin atau bahkan terlalu manis, ia selalu tersenyum dan mengucap terima kasih. Bilapun tak menyukai masakan jenis tertentu, ia tak mencela. Ia selalu menjaga perasaan istri dan berusaha membahagiakan semampunya.</p><p>Ia tak pernah menuntut istri berdandan karena menurutnya si istri sudah terlihat cantik dengan pesona shalihah yang ada pada dirinya. Tampil alami tanpa riasan membuatnya semakin cinta pada istri karena di luar sana, ia sudah muak dengan tebalnya riasan para wanita. Lagipula bukan karena riasan, dandanan atau ‘make up’ itu yang membuatnya mencintai si istri, tapi  keutuhan pribadi sebagai seorang muslimah shalihahlah yang telah menawan hatinya. Jadi cukup itu saja yang ia mau dari perempuan yang telah menjadi belahan jiwanya itu.</p><p>Jadi, untuk para muslimah yang saat ini masih belum terampil memasak dan berdandan, tak usah berkecil hati. Masih ada stock laki-laki shalih yang tak menuntut pada istri. Sebaliknya, ia menghargai sekali keistimewaan pada diri pasangannya yang itu tidak selalu berupa kepandaian memasak dan berdandan. Kualitas seperti ini hanya ada pada diri laki-laki yang menjadikan Muhammad sebagai cermin hidupnya. Laki-laki shalih yang akan memuliakan perempuan terutama istrinya dengan seluruh kelebihan dan kekurangannya. Berdoa saja semoga di antara kalian mendapat salah satu dari laki-laki (suami) idaman ini. Insya Allah ^_^ [ria fariana/voa-islam.com]</p> ]]></content:encoded> <wfw:commentRss>http://ygennet.web.id/2012/suami-realistis-idaman-wanita/feed/</wfw:commentRss> <slash:comments>0</slash:comments> </item> </channel> </rss>
